Tidak banyak daerah di Indonesia yang kini masih menjaga rumah tradisional mereka. Wae Rebo merupakan sebuah desa dimana masih tersisa arsitektur asli Manggaraiyang masih terjaga dengan baik. Mbaru Niang, rumah adat Manggarai adalah sebuah bangunan kayu bertingkat lima, dibungkus dengan atap terbuat dari dedaunan yang menyerupai kerucut raksasa di atas bukit yang hijau.

Empo Maro, warga pertama dan pendiri desa mewarisi 7 rumah Mbaru Niang dan hingga saat ini jumlahnya tidak berubah. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di desa ini, beberapa penduduk harus pindah ke desa Kombo, desa baru dengan keturunan nenek moyang yang sama, namun desa yang baru ini kurang memiliki kekhasan dan keaslian dibanding dengan Wae Rebo.

wae rebo house 2

Photograph by swimupgood on flickr

Pada tahun 2012 yang lalu, desa Wae Rebo menerima penghargaan tertinggi (Award of Excellence) UNESCO Asia Pacific Award 2012. Penghargaan ini diumumkan di Bangkok, 27 Agustus yang diperuntukkan bagi proyek konservasi dalam 10 tahun terakhir untuk bangunan tua berusia lebih dari 50 tahun.

Konservasi rumah adat Mbaru Niang, disebutkan UNESCO telah berhasil mengayomi isu konservasi dalam cakupan luas pada tataran lokal. Proyek konservasi rumah adat berbentuk kerucut ini tidak semata mempertahankan keberadaan rumah adat sebagai benda mati, namun sekaligus menjaga keutuhan tradisi setempat.

wae rebo house

Photograph by swimupgood on Flickr

Membaca mengenai Wae Rebo mungkin akan memancing kita membandingkan dusun terpencil ini dengan kehidupan di Baduy Dalam, Jawa Barat. Kehidupan di dusun terpencil dengan adat istiadat yang masih terjaga, dengan kekeluargaan yang masih kental dan kuat.

Tata letak rumah-rumah di dusun Wae Rebo menggambarkan mereka tidak pernah terlibat peperangan dengan pihak manapun. Inilah yang berbeda dengan kebanyakan sistem desa tradisional di Indonesia yang memiliki pola pertahanan desa. Masyarakat Wae Rebo juga tidak mengenal peralatan persenjataan kecuali alat bercocok tanam. Mereka memilih ‘terpencil’ untuk lebih dekat dengan alam. Berkunjung ke desa ini serasa seperti berada di dalam mimpi.

wae rebo house 4

Photograph by swimupgood on Flickr

wae rebo house 5

Photograph by swimupgood on Flickr

wae rebo house 6

Photograph by swimupgood on Flickr 

adat wae rebo 2

Photograph by swimupgood on Flickr

adat wae reboPhotograph by swimupgood on Flickr

adat wae rebo 3Photograph by swimupgood on Flickr

wae rebo house 3

Photograph by swimupgood on Flickr

Dukung Mobgenic

Jadilah bagian dari komunitas kreator dan dukung Mobgenic untuk bisa tetap berbagi artikel yang menarik dengan memberikan donasi.

*Donasi melalui aplikasi Saweria

Share.