Drone (pesawat tanpa awak) dan Autonomous Driving Car (mobil tanpa sopir) yang dikendalikan oleh Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) akan segera terwujud. Meskipun saat ini keduanya masih dalam fase “belajar”, kemampuannya cukup mengagumkan. Saat ini, drone pengantar paket Amazon dan DHL mungkin masih menjadi gimmick marketing belaka. Penggunaan drone pengantar paket memang belum massal, namun potensi pemanfaatannya untuk keperluan khusus seperti mengirimkan peralatan medis dalam keadaan darurat ke tempat yang sulit dijangkau sangatlah menarik.

Potensi itu ditunjukkan Defi-Copter, sebuah pilot project drone yang menerbangkan defibrilator ke area tertentu dan bisa dikendalikan melalui aplikasi. Developer lain seperti Aibotix dan Microdrone sudah mengembangkan drone untuk berbagai kegunaan selama bertahun-tahun. Drone tersebut bisa digunakan untuk mengambil gambar dari udara, memeriksa turbin angin jembatan, tiang listrik, hingga memantau massa di acara-acara besar.

 

defi copter drone masa depan
Proyek percobaan Defi Copter menunjukkan, drone ini bisa membawa defibrilator ke daerah terpencil saat ada keadaan darurat

 

Harganya beragam, mulai dari US$ 411 (drone dari parrot) yang ditujukan bagi para penghobi sampai US$54.808 untuk md4-1000 (drone dari Microdrone) seperti yang digunakan oleh DHL. Harga drone komersial masih tergolong mahal karena berbagai perangkat tambahan. Drone md4-1000 bisa dilengkapi dengan kamera thermal imaging atau sensor gas. Tanpa perangkat tambahan, drone dengan baling-baling sekilas tampak sama. Peralatan standarnya adalah sensor seperti gyroscope untuk menentukan kemiringan atau sensor ultrasonik untuk mengukur jarak. Sinyal sensor-sensor tersebut diolah oleh sebuah komputer yang menempel pada drone. Pada drone Parrot, komputernya menggunakan prosesor ARM Cortex A8 1 GHz (yang juga digunakan pada smartphone Samsung Galaxy S generasi pertama) dengan memori 1 GB.

Drone bisa dikendalikan secara manual dengan remote control atau secara otomotis (dengan software). Drone Microdrone terbang berdasarkan jalur terbang yang ditentukan dengan menggunakan citra satelit Google Earth atau menentukan jalurnya sendiri berdasarkan foto udara. Dengan modul POI (Points of Interest) tambahan, drone bisa terbang mengelilingi turbin angin dan mengambil video untuk keperluan pemeriksaan.

 

amazon prime air drone masa depan
Mulai 2015, drone pengantar paket Amazon bisa digunakan untuk mengirim paket di Amerika Serikat

 

md4 1000 drone masa depan
Drone terbang seperti md4- 1000 dari Microdrone dapat ditugaskan untuk memeriksa kerusakan mesin.

Meskipun drone bisa terbang tanpa seorang pilot, seseorang harus tetap ada untuk mengawasi dan mengendalikannya dengan remote control. Selain itu, sebuah drone tidak boleh terbang lebih tinggi dari 100 meter yang akan melanggar privasi (seperti mengambil gambar dengan kamera). Penggunaan pribadi oleh perorangan masih diperbolehkan selama mengacu pada aturan tersebut, sedangkan pengoperasian untuk keperluan komersial harus melalu pengujian otoritas aeronautika. Ada beberapa tantangan besar penggunaan drone pengantar paket sebelum bisa digunakan secara luas. Diantaranya, apakah penerima memiliki tempat pendaratan? Bagaimana melindungi drone dari tindakan vandalisme dan pencurian? Amazon dan DHL tidak bisa menjawab pertanyaan ini karena drone pengantar paket mereka masih dalam studi kelayakan teknis.

 

Video Demo Amazon Prime Air Drone

[youtube=https://www.youtube.com/watch?v=98BIu9dpwHU&w=720&h=500]

 

Autonomous Driving Car (Mobil Tanpa Sopir)

Merancang drone yang terbang secara mandiri, tahan terhadap hembusan angun dan tidak menabrak pohon sangatlah rumit. Namun tingkat kerumitan mobil tanpa sopir jauh lebih tinggi karena pergerakannya yang sangat kompleks, jalurnya sempit, aturan dan rambu-rambu lalu lintas. Terlebih lagi, tindakah manusia sebagai pengendara sering kali tidak dapar ditebak, bahkan irasional. Oleh karena itu, visi mobil tanpa sopir masih terdengar seperti dongeng science fiction. Dalam dunia dengan lalu lintas yang dikontrol secara otonom, tidak akan ada lagi kemacetan, kecelakaan dan masalah parkir. Dampak negatif terhadap lingkungan pun jadi lebih minim. Bagi manusia, teknologi itu menjanjikan mobilitas yang lebih nyaman, perjalanan bebas stres serta biaya perawatan dan asuransi yang lebih rendah.

Mimpi itu masih jauh dari kenyataan karena masih perlu waktu lama untuk mengkombinasikan seluruh subsistem pendukungnya. Sejak tahun 80-an, ABS dan kontrol traksi sudah digunakan dalam proses akselerasi dan pengereman. Kemudian, hadir teknologi peringatan dan bantuan parkir yang akan berbunyi saat mobil nyaris keluar dari jalanan atau menabrak sesuatu.

Saat ini, hampir seluruh produsen mobil ternama sedang mengembangkan dan menggabungkan sistem-sistem itu, Beberapa mobil BMW dan Audi sudah melaju otomatis dalam kemacetan, sementara Volvo mengembangkan mobil yang dapat parkir pararel secara otomatis. Di Singapura, sebuah shuttle otomatis yang mengangkut delapan orang bisa melaju 20km/jam. Moda transportasi ini menggunakan Navia dengan sistem LiDAR yang juga digunakan Google selama bertahun-tahun dan diuji Ford baru-baru ini. Pada dasarnya, LiDAR adalah sebuah radar cahaya yang menghasilkan 64 sinar laser berputar yang menghasilkan lebih dari 1 juta titik model 3D-nya dan digabungkan dengan peta yang ada. Radar, kamera dan GPS mendukung sistem ini. Google telah menguji mobil tersebut sejak 2009 dan telah menempuh jarak lebih dari 500.000 km tanpa kecelakaan. Google berencana meluncurkan mobil tanpa sopir ini pada tahun 2018.

Mercedes sudah berhasil mendemonstrasikan mobil tanpa sopir (model 500 S) dengan sistem Intelligent Drive yang mampu menempuh rute Manheim-Pforzheim (100 km). Intelligent Drive berbasis sistem yang sudah tersedia di model E dan S Class, yaitu Distronic Plus dengan steering assistance dan Stop & Go Pilot untuk kontrol mandiri saat berada dalam kemacetan. Selain itu, juga terdapat kamera 3D di kaca spion, dua kamera standar, radar dengan jangkauan jarak berbeda, sensor ultrasonik, serta kamera thermal imaging dan infra merah opsional untuk menganalisis lingkungan sekitar.

Komputer mengumpulkan data sebanyak 300 GB dalam satu jam untuk menentukan posisi mobil secara real time, sehingga mobil bisa menghindari objek atau membuat keputusan ketika berada di pesimpangan. Pada kecepatan maksimal 100 km/jam, komputer mensinkronkan sinyal yang diterima 10 kali lipat per detik. Sebuah peta dengan tingkat akurasi 10 cm yang didesain khusus untuk pengujian mencantumkan semua lampu lalu lintas dan penyeberangan pejalan kaki karena gambar satelit yang tersedi akurang akurat. Peta yang akurat ini adalah persyaratan yang sangat penting karena harus selalu up-to-date.

 

autonomous drive mercedes
Mercedes S 500 yang dilengkapi kontrol AI Intelligent Drive mengemudi sepanjang rute Mannheim ke Pforzheim

Tantangan lainnya adalah pengenalan lalu lintas. Pasalnya, masalah yang dihadapi serupa dengan yang dihadapi oleh manusia yaitu sudut pandang yang buruk dan terpaan sinar matahari yang jatuh tepat pada pandangan mata. “Masalah terbesar yang belum bisa dipecahkan adalah penyesuaian konteks terhadap objek, “jelas Profesor Frank Kirchner, Direktur Robotics Innovation Center di German Research Center for Artificial Intelligence.

Tujuan riset yang dilakukannya adalah mengembangkan sebuah model-based reality yang berfungsi sebagai basis pengambilan keputusan sebuah sistem otonomi. Manusia bisa memilih informasi yang penting dari yang tidak penting serta meresponsnya secara fleksibel. “Bagi komputer, itu merupakan tugas yang sulit. Apalagi ketika harus berhadapan dengan perilaku irasional para pengguna jalan,” kata Kirchner. Solusi yang memungkinkan untuk masalah itu adalah car-to-x communication, yaitu sistem pertukaran informasi di antara kendaraan dan dengan lingkungan sekitarnya.

 

autonomous drive google
Uji Coba Autonomous Driving oleh Google

 

autonomous drive ford
Ford sedang menguji versi autonomous driving dari model fusi hibrida yang memindai sekitarnya menggunakan laser (di atap)

Menurut Kirchner, mobil tanpa sopir akan terlihat di jalanan lima tahun lagi. Prediksinya itu sesuai dengan perkiraan para pelaku industri otomotif, sehingga wajar jika Mercedes berencana meluncurkan mobil tanpa sopirnya akhir dekade ini. Di Milton Keynes, sebuah kota di Inggris, sebanyak 20 mobil otomatis akan segera beroperasi pada tahun 2015 dan akan bertambah menjadi 100 unit pada tahun 2017 dan seterusnya.

 

Autonomous Driving Mercedes S 500

[youtube=https://www.youtube.com/watch?v=4jW0fJ80VG8&w=720&h=500]

Masa depan mobil tanpa sopir masih tersangkut kesepakatan internasional. Pasal 8 Vienna Convention on Road Traffic 1968 yang berbunyi “Setiap pengemudi harus bisa mengontrol secara konstan kendaraannya”. Regulasi Uni Eropa yang berbunyi “Sistem kemudi otomatis dilarang” juga perlu disesuaikan. Mercedes memprediksi penyesuaian itu bisa selesai beberapa tahun mendatang. Namun, bahkan dengan pedoman baru dan kotak hitam untuk merekam semua data kamera dan sensor, pertanyaan mengenai siapa yang harus bertanggung jawab ketika terjadi kecelakaan masih menjadi persoalan. Pemilik mobil-kah atau produser.

Dukung Mobgenic

Jadilah bagian dari komunitas kreator dan dukung Mobgenic untuk bisa tetap berbagi artikel yang menarik dengan memberikan donasi.

*Donasi melalui aplikasi Saweria

Share.