Shirakawa-go adalah sebuah desa pegunungan yang terletak di tengah lembah pegunungan Ryohaku, dimana berbatasan dengan Prefecture Ishikawa. Pada jaman dahulu Shirakawa-go merupakan daerah yang terisolasi, karena lokasinya dikelilingi pegunungan dan sulit dijangkau. Pada musim dingin, akses jalan menuju daerah ini tertutup salju dengan ketebalan hingga 5 meter.

Namun kini, akses jalan menjadi lebih mudah dengan dibangunnya jalan tol atau highway yang menghubungkan Shirakawa-go dengan kota-kota di sekitarnya. Jalan menuju daerah ini melewati pegunungan, namun jalan tidak dibuat mengitari gunung melainkan dibuat menembus pegunungan. Gunung-gunung dibobol dan dibuat terowongan untuk jalan raya. Di antara pegunungan mengalir sungai Sho yang menuju ke utara kota Nanto, Prefecture Toyama. Di sepanjang sungai terdapat beberapa daerah datar, dan pemukiman tersebar di dekatnya.

Desa Ogimachi adalah desa terbesar di daerah Shirakawa-go dan dengan rumah tradisional paling banyak. Desa bersejarah Shirakawa-go merupakan contoh luar biasa daerah pemukiman manusia yang menyatu dengan alam sekitar. Dahulu Shirakawa-go adalah bagian dari wilayah klan Takayama pada awal periode Edo, tetapi pada abad ke-17 hingga restorasi Meiji tahun 1868 daerah ini berada di bawah kontrol langsung dari Bakufu Edo (pemerintahan militer).

Shirakawa-go adalah wilayah dengan hujan salju bercurah tinggi pada musim dingin, dan karena iklim ini Gassho-zukuri (rumah tradisional) diciptakan. Desa-desa dengan rumah bergaya Gassho-zukuri di Jepang saat ini merupakan situs warisan dunia yang ditetapkan oleh UNESCO. Setelah menjadi situs warisan dunia UNESCO, daerah ini tumbuh sebagai tempat wisata populer di Jepang. Dengan meningkatnya para wisatawan yang datang ke desa ini, kondisi perekonomi desa juga meningkat.

Namun kondisi ini membawa dampak sosial seperti penduduk di desa yang dahulu bekerja di pertanian kini banyak yang beralih untuk membuka toko-toko souvenir dan mengelola tempat parkir. Kondisi ini telah menjadi kekhawatiran bahwa perubahan pola masyarakat akan melunturkan pesona kesederhanaan dan tradisi khas Jepang.

 

ogimachi rumah tradisional jepang 5

Photograph by SBA73 on Flickr

 

ogimachi rumah tradisional jepang 14

Photograph by Giacomo Cattaruzzi on Flickr

 

ogimachi rumah tradisional jepang 15

Photograph by SBA73 on Flickr

 

ogimachi rumah tradisional jepang 4

Photograph by SBA73 on Flickr

 

ogimachi rumah tradisional jepang 13

Photograph by Grissss on Flickr

 

ogimachi rumah tradisional jepang

Photograph by SBA73 on Flickr

 

ogimachi rumah tradisional jepang 2

Photograph by SBA73 on Flickr

 

ogimachi rumah tradisional jepang 8

Photograph by Grissss on Flickr

 

ogimachi rumah tradisional jepang 7

Photograph by GluehweinEffects on Flickr

 

 

ogimachi rumah tradisional jepang 11

Photograph by Grissss on Flickr

 

ogimachi rumah tradisional jepang 12

Photograph by Grissss on Flickr

 

ogimachi rumah tradisional jepang 10

Photograph by Grissss on Flickr

 

ogimachi rumah tradisional jepang 3

Photograph by SBA73 on Flickr

 

ogimachi rumah tradisional jepang 9

Photograph by Grissss on Flickr

 

ogimachi rumah tradisional jepang 6

Photograph by SBA73 on Flickr

Via: Ahmad Takbir, Wikipedia